KORONA
VIRUS,
HEWAN
MENJADI TERSANGKA
Oleh
DR.
Drh. JAFRIZAL, MM
Kasus Corona di Wuhan China membuat kita terbelalak, bagaimana tidak,
kejadiannya dalam sebuah video yang beredar, sungguh sangat menakutkan. Korban berjatuhan dan mayat
bergelimpangan. Benarkah demikian? Situasi
terakhir penyebaran Korona Virus dilaporkan WHO pada tanggal 27 Januari
2020 2798 kasus yang terkonfirmasi,
2741 kejadian di China, 37 kasus berada di luar
China (US, Kanada, Australia, Jepang, Korea, Vietnam, Singapura,
Malaysia), 80 orang di antaranya meninggal dunia. Sampai saat ini belum ada
laporan kasus konfirmasi di Indonesia.
Koronavirus
merupakan virus
dari familia
Coronaviridae yang memiliki membran dengan mahkota glikoprotein yang
dapat menyebabkan penyakit
pada burung
dan mamalia
(termasuk manusia).
Glikoprotein
koronovirus dapat berikatan dengan glikoprotein permukaan sel inang secara spesifik
untuk memulai terjadinya infeksi. Penularan virus melalui
kontak langsung dan secara tidak langsung oleh aerosol. Infeksi virus
ini dapat menimbulkan gejala penyakit pada manusia yang bervariasi, mulai dari
hampir tidak timbul gejala apapun hingga gejala yang fatal dan cepat seperti kasus
Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) di China tahun 2002 dan Middle East
Respiratory Syndromr (MERS) di Arab Saudi tahun 2012. Koronavirus
manusia yang banyak dipublikasikan ditemukan pada tahun 2003, SARS-CoV yang
menyebabkan sindrom pernapasan akut (SARS), memiliki patogenesis unik karena menyebabkan infeksi saluran pernapasan bagian atas dan bawah.
Infeksi koronavirus dapat menyebabkan berbagai penyakit,
seperti bronkitis,
ensefalitis,
gastroenteritis,
dan hepatitis. Virus corona diyakini menyebabkan pilek pada manusia dewasa
dan anak-anak dengan gejala-gejala utama, misalnya demam, kelenjar gondok yang membengkak, pada
manusia terutama di musim dingin dan awal musim semi. Coronavirus dapat menyebabkan pneumonia, baik pneumonia virus atau pneumonia disertai bakteri sekunder. Kasus
di Wuhan China ini merupakan Koronavirus yang baru yang diberi nama Novel
Corona Virus 2019 (2019-nCoV) yang memiliki perbedaan secara genetik dengan dengan
Sars dan MERS.
Menurut Journal of Medical Virology pada 22 Januari 2020 yang
menyatakan bahwa ular merupakan reservoir yang paling memungkinkan penyebab
dari kasus di Wuhan karena koronavirus ular berbisa yang dijual di pasar Wuhan
memiliki kemiripan 82%. Namun dibantah beramai-ramai oleh para peneliti dari Institut Virologi
Wuhan, Rumah Sakit Wuhan, Universitas Akademi Sains Tiongkok yang menyatakan
virus korona ini berasal dari kelelawar, karena analisis mereka menunjukan ada 96% kemiripan dengan koronavirus yang diisolasi dari
kelelawar. Hewan kelelawar yang dijual sebagai makanan di Laut Huanan Wuhan dicurigai
sebagai perantara virus. Jadi benarkah korona pada
manusia berasal dari hewan? Sampai saat ini masih menjadi hipotesa. Belum ada laporan pasti yang menyatakan bahwa
koronavirus pada hewan menular ke manusia. Koronovirus bisa menular karena mengalami mutasi genetik. Mutasi genetik virus
korona bisa saja terjadi karena rekombinasi material genetik coronavirus
pada ular dikawinkan dengan
kelelawar untuk waktu yang lama kemudian menyebar ke spesies kelelawar dan akhirnya
untuk manusia.
Hewan
Menjadi Tersangka
WHO telah melaporkan bahwa 80%
penyakit menular baru (Emerging Infectious
Disease) yang terjadi pada manusia berasal dari hewan (zoonosis). Indonesia
adalah negara yang termasuk ke dalam negara beresiko tinggi terhadap penyakit zoonotik terutama berasal dari hewan liar. Kondisi ini didukung
oleh perubahan ekologi, demografi dan
perilaku manusia, perjalanan dan perdagangan inetnasional, teknologi dan
adaptasi mikroorganisme. Ada sekitar 250 jenis penyakit zoonoisi di dunia, 15
jenis di antaranya merupakan zoonosis
prioritas di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian, 3 jenis
diantaranya ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan menjadi prioritas yakni Avian
Influenza, Rabies dan Antraks belum termasuk Korona virus.
Korona virus pada hewan di Indonesia menyerang hewan terutama ayam, kucing, anjing,
kelinci, babi dan sapi. Virus corona juga menyebabkan berbagai penyakit pada
hewan ternak dan peliharaan, beberapa di antaranya bisa serius dan merupakan
ancaman bagi industri peternakan Kejadian kasus tersebut dilaporkan oleh
praktisi dokter hewan di lapangan antara lain: Infectious bronchitis virus (IBV) menyebabkan penyakit pernafasan akut, pencernaan dan
saluran reproduksi yang sangat menular pada ayam. Pada ayam petelur menyebabkan
penurunan produksi telur dan penurunan kualitas telur;
Porcine coronavirus yang menyerang babi; Bovine coronavirus
(BCV), yang menyerang sapi muda yang
menyebabkan enteritis parah; Felline
Coronavirus menyebabkan enteritis ringan pada kucing dan juga peritonitis yang
parah; dua jenis canine coronavirus
(CCoV) (satu menyebabkan enteritis, yang lainnya ditemukan pada penyakit
pernapasan). Coronavirus enterik kelinci
menyebabkan penyakit gastrointestinal akut dan diare pada kelinci muda. Kasus
korona virus pada hewan tersebut memiliki angka
kematian tinggi.
Peran Pemerintah
Hal yang berbeda kasus Korona virus
pada manusia, Pada hewan usaha pencegahan yang paling efektif adalah dengan
vaksinasi yang sudah tersedia, disenfeksi dan biosekuriti. Vaksinasi digunakan
untuk merangsang antibodi dalam tubuh hewan agar dapat melawan virus yang
menyerang. Disinfeksi dalkukan untuk membunuh dan mensucihamakan kuman yang
berada di lingkungan, sedangkan
biosekuriti agar tidak ada lintas hewan pembawa yang masuk ke dalam
lingkungan/kandang hewan. Usaha pencegahan ini dapat memberikan hasil yang
sangat memuaskan terutamamenurunkan kematian
pada hewan anjing dan ayam.
Bagaimana pencegahan pada manusia?
Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengeluarkan
beberapa panduan untuk mencegah dan menghindari penyebaran virus corona. Hal
ini senada dengan imbauan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI dengan
meningkatkan imunitas tubuh melalui pola makan bergizi serta perilaku hidup
bersih dan sehat (PHBS); Memperketat pengawasan di pintu masuk internasional
terutama dari daerah yang tertular yakni dengan pemeriksaan suhu tubuh di
bandara dengan thermal scannerdengan gejala pneumonia berat; melakukan
perawatan, pengobatan dan isolasi terhadap pasien ; Mendeteksi merespon jika
ditemukan pasien penderita; Selama melaksanakan tugas, para petugas untuk
selalu menggunakan Alat Pelindung Diri
sesuai dengan standar urntuk penangan penyakit menular.
Peran Otoritas Veteriner
Bagaimana dengan pencegahan terhadap hewan penular? Meskipun hewan penular
belum menjadi penyebab yang menakutkan, tetap harus menjadikan kita tetap
waspada. Kondisi ini disebabkan oleh karena migrasi satwa di Asia Tenggara hal
yang mungkin terjadi. Himbauan terkait
dengan penangan hewan penular tersebut
dibutuhkan peran Lembaga Otoritas Veteriner. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun
2017 tentan Otoritas Veteriner, bahwa tugas dari Pejabat Otoritas Veteriner
nasional adalah melakukan kerja sama dengan negara lain atau pihak internasional
lain dalam penanganan Penyakit Hewan lintas batas, Penyakit Hewan yang baru
muncul, dan Penyakit Hewan yang muncul kembali; menganalisis prasarana dan
sarana Veteriner serta kemampuannya dalam merespon ancaman Penyakit Hewan skala nasional
dan internasional terhadap Kesehatan Hewan dan kesehatan manusia. Berdasarkan tugas diatas maka sepatunya Lembaga Otoritas Veteriner Nasional/Lembaga
Otoritas Veteriner Kementerian Pertanian
juga ikut mengeluarkan himbauan yang akan menjadi panduan bagi Otoritas
Veteriner di daerah sebagai acuan melaksanakan tindakan.
Tip Bagi Masyarakat
Apa yang harus
dilakukan masyarakat terkait dengan Korona virus ini? Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan
menghindari virus corona:
Pertama, janga panik harus tetap tenang dan berdoa; Kedua, kenali sifat dari virus korona. Virus korona memiliki membran yang mudah rusak karena disenfektan dan sabun maka seringlah mencuci tangan dengan air dan sabun selama 20 detik. Pastikan tangan, jari, dan kuku bersih dari kuman; Ketiga, Virus Korona bisa menular melalui menyentuh cairan bersin/daha, maka hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang tidak bersih; Keempat, Virus Korona bisa menular kontak lansung dengan penderita, maka hindari kontak dekat dengan orang yang sakit atau orang yang baru datang dari daerah wabah; Kelima, virus Korona dapat menular melalui aerosol atau cairan bersin maka gunakan masker bila dalam situasi bepergian dan orang ramai; Keenam, bagi pecinta hewan, oleh karena virus korona disinyalir menular dari hewan, maka bila berinteraksi dengan hewan pastikan kesehatan hewan dan kesehatan anda dalam kondisi sehat; Ketujuh, jika Anda memiliki penyakit atau gejala, berusahalah untuk tidak menularkan virus kepada orang dengan memakai masker dan lebih baik istrahat di rumah dan mengkonsumsi vitamin E dan C.
Pertama, janga panik harus tetap tenang dan berdoa; Kedua, kenali sifat dari virus korona. Virus korona memiliki membran yang mudah rusak karena disenfektan dan sabun maka seringlah mencuci tangan dengan air dan sabun selama 20 detik. Pastikan tangan, jari, dan kuku bersih dari kuman; Ketiga, Virus Korona bisa menular melalui menyentuh cairan bersin/daha, maka hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang tidak bersih; Keempat, Virus Korona bisa menular kontak lansung dengan penderita, maka hindari kontak dekat dengan orang yang sakit atau orang yang baru datang dari daerah wabah; Kelima, virus Korona dapat menular melalui aerosol atau cairan bersin maka gunakan masker bila dalam situasi bepergian dan orang ramai; Keenam, bagi pecinta hewan, oleh karena virus korona disinyalir menular dari hewan, maka bila berinteraksi dengan hewan pastikan kesehatan hewan dan kesehatan anda dalam kondisi sehat; Ketujuh, jika Anda memiliki penyakit atau gejala, berusahalah untuk tidak menularkan virus kepada orang dengan memakai masker dan lebih baik istrahat di rumah dan mengkonsumsi vitamin E dan C.
Harapan
Dari banyaknya kasus zoonosis yang merupakan penyakit
internasional, tentu saja Indonesia menjadi
salah satu negara yang ikut terancam. Usaha pencegahan bila penyakitnya belum ada dan
penanggulangan bila penyakitnya telah
terjadi tentu saja menjadi penting untuk menyelamatkan masyarakat. Penyakit zoonosis termasuk Korona virus menjadi penting artinya bukan saja terkait
masalah sosial akan tetapi dampaknya secara ekonomi. Harapan kita agar
penerapan konsep One Health dimana
Kesehatan manusia, kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Hewan menjadi kolaborasi
yang utuh menuju Indonesia sehat.
DR. Drh.
Jafrizal, MM
Pejabat Otoritas
Veteriner Kota Palembang
DIMUAT DI HARIAN SUMATERA EKSPRES TANGGAL 29 JANUARI 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar