LANGKAH KONKRET, TAKTIS, DAN REVOLUSIONER UNTUK BEBAS RABIES 2030
Oleh: Dr. drh. Jafrizal, MM
Indonesia punya mimpi besar: bebas rabies tahun 2030. Mimpi ini bukan sekadar target kesehatan, melainkan soal nyawa manusia, kesejahteraan hewan, dan martabat bangsa di mata dunia. Sebab, rabies bukan hanya penyakit menular, tapi juga ancaman kematian yang kejam—100% fatal bila terlambat ditangani. Namun, apakah mimpi ini hanya akan tinggal janji? Tidak, jika kita berani mengambil langkah konkret, taktis, dan bahkan revolusioner.
Langkah Konkret: Dasar yang Tak Bisa Ditawar
Konkret berarti nyata, bisa diukur, dan dilakukan sekarang juga. Vaksinasi massal anjing dan kucing minimal 70% populasi setiap tahun adalah kunci utama. Jangan lagi mengandalkan pos vaksinasi pasif; harus door to door. Rabies center di setiap kabupaten/kota, lengkap dengan serum dan vaksin untuk manusia, sehingga masyarakat tidak harus menempuh ratusan kilometer hanya untuk menyelamatkan nyawa. Penguatan otoritas veteriner: dokter hewan dan tenaga teknis harus diperbanyak, diberi mandat, dan disokong anggaran yang memadai. Ini fondasi yang tidak boleh goyah.
Langkah Taktis: Cepat dan Terukur
Kita tidak punya waktu banyak. Maka dibutuhkan langkah cepat: Operasi sapu bersih rabies di wilayah tertular, termasuk eliminasi selektif pada anjing yang terbukti positif. Desa bebas rabies sebagai model. Setiap tahun ditargetkan ratusan desa baru, hingga akhirnya Indonesia benar-benar bebas. Sekolah ramah rabies: anak-anak diajarkan cara aman menghadapi hewan, serta langkah pertama jika digigit. Langkah taktis ini ibarat sprint di tengah maraton: mempercepat laju pencapaian.
Langkah Revolusioner: Terobosan Besar
Di era digital, rabies juga harus kita lawan dengan cara yang tidak biasa. Vaksin rabies oral untuk anjing liar, cukup dimakan dalam umpan. Ini solusi brilian untuk hewan jalanan yang sulit ditangkap. AI surveillance: drone, big data, hingga aplikasi pelaporan gigitan. Semua demi deteksi dini dan respon cepat. Gerakan Nasional 1 Rumah 1 Hewan Tervaksin, layaknya gerakan imunisasi anak, agar vaksinasi hewan menjadi budaya, bukan sekadar program. Bila ini terwujud, maka revolusi pengendalian rabies akan lahir dari negeri kita.
Dari Mimpi Jadi Kenyataan
Bebas rabies 2030 bukan sekadar jargon. Ia adalah amanat moral: menyelamatkan ribuan nyawa manusia dan jutaan hewan dari penderitaan yang sia-sia. Dengan langkah konkret yang kokoh, taktis yang gesit, dan revolusioner yang visioner, saya yakin Indonesia bisa berdiri tegak pada 2030 dan berkata: “Ya, kita berhasil bebas rabies.”
*Pejabat Otoritas Veteriner Prov Sumsel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar