SERTIFIKASI AYAM PETELUR SERENTAK
Dinas Ketahanan Panagn dan Peternakan Provinsi Sumsel menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Sertifikasi Good Farming Practice (GFP), Nomor Kontrol Veteriner (NKV), Bebas Salmonella dan Bebas Residu Antibiotik Usaha Budidaya Ayam Petelur di Kantor DKPP Sumsel (21/08/2025). Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Ketahanan Panagn dan Peternakan Provinsi Sumsel, Ir. Ruzuan Efendi, M.M. Acara ini dihadiri oleh 50 Pengusaha peternakan ayam petelur, Ketua Ampera Sumsel, Kabid Keswan Kesmavet, Kabid Produksi Peternakan dan perwakilan dinas Perkebunan dan Peternakan Banyuasin.
Rapat koordinasi ini bertujuan untuk mempercepat proses sertifikasi pada usaha ayam petelur dan mengumpulkan informasi dan data, mengevaluasi pelaksanaan proses pembinaan NKV, serta membahas langkah-langkah optimalisasi pendqmpingan dalam pembinaan peternakan di Provinsi Sumsel.
Hadir sebagai pembicara dalam acara ini adalah Pejabat Otoritas Veteriner Provinsi Sumsel Dr. drh. Jafrizal, MM yang membawakan materi tentang Sertifikasi Serentak Usaha Budidaya Ayam Petelur di Sumsel menuju produk berstandar global. Percepatan sertifikasi dapat dilakukan dengan penguatan otoritas veteriner dalam.melaksnakan pembinaan dan audit NKV. Kolaborasi pembinaan secara masif yang melibatkan semua unsur terkait termasuk konsultan kesehatan hewan dilakukan secara serentak. Ada sekitar 50 usaha peternakan ayam yang telah dibina, 14 usaha peternakan yang telah dilakukan sertifikasi NKV dan 26 yang telah siap untuk di proses audit NKVnya. Bulan depan akan diupayakan serentak dilakukan sertifikasi NKV dan akan menjadi kado pada Hari Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasional tahun ini. Target tahun ini sekitar 75 NKV. Insyallah kita bisa mewujudkan. Bila semua produk telur telah berNKV maka akan memiliki daya saing dan jaminan keamanan bagi konsumen.
Diharapkan melalui rapat koordinasi ini terjalin sinergi dalam percepatan sertifikasi usaha peternakan dapat terjalin antara pemerintah provinsi, kabupaten banyuasin, usaha peternakan dan konsultan peternakan dalam pembinaan dan pengawasan yang lebih baik dan sesuai dengan regulasi yang ada.
Dr. drh. Jafrizal, MM
Pejabat Otoritas Veteriner Sumsel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar