Jumat, 17 Januari 2025

MANFAAT STERILISASI KUCING

MANFAAT DAN DAMPAK STERILISASI KUCING


Hewan kesayangan, seperti kucing, merupakan pilihan yang sangat menguntungkan untuk dipelihara dan dikembangbiakkan. Kucing memiliki banyak manfaat yang dapat memberikan kebahagiaan kepada manusia sekedar hobby maupun usaha pengembangbiakan (Cattery).

Kucing memiliki tingkat reproduksi yang tinggi dan populasi kucing yang tidak terkendali dapat mengakibatkan peningkatan jumlah kucing liar, kucing tanpa pemilik, dan kucing yang diabaikan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah hal ini terjadi adalah dengan sterilisasi. 

Sterilisasi pada hewan kususnya kucing memiliki dampak positif antara lain: 1). Mencegah “perkelahian” hewan jantan pada periode estrus atau masa birahi betina. Pada saat kucing betina estrus, kucing akan keluar mencari pejantan dan pejantan-pejantan dari jarak 1 kilometer akan berkumpul mendekati betina. Hal ini akan menyebabkan terjadinya perkelahian dan juga  akan dapat  menularkan penyakit antar kucing. 

 2). Mencegah lahirnya anak kucing yang tidak diinginkan. Kucing memiliki kemampuan untuk berkembang biak sebanyak tiga hingga empat kali dalam setahun yang akan menyebabkan pertambahan anak dalam jumlah yang tidak terkendali. Sterilisasi dapat mencegah over populasi kucing yang berpotensi juga dapat  menyebarkan penyakit menular ke manusia. Populasi kucing yang tidak terkendali dapat menimbulkan masalah bagi manusia, karena kucing dapat berperan sebagai vektor penyakit dan dapat menularkan infeksi kepada manusia. Beberapa penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia disebut dengan zoonosis. Salah satu contohnya adalah toxoplasmosis, scabies, leptospirosis, rabies dan lain-lain. 


 3). Menghilangkan stress akibat kebuntingan 4). Mengurangi resiko kanker mamae, ovarium dan uterus pada kucing betina dan kanker testis pada hewan jantan. Ada bukti bahwa sterilisasi kucing sebelum siklus birahi pertama (yang mungkin terjadi  usia 4 bulan) akan secara substansial mengurangi risiko kanker mamae. Hal ini  karena sebagian besar tumor mamae kucing adalah kanker ganas yang agresif, dan pembedahan (mastektomi) jarang menghasilkan kesembuhan. Selain itu, beberapa hasil penelitian telah menunjukkan bahwa tidak ada konsekuensi kesehatan yang merugikan bila mensterilkan kucing pada usia 6-14 minggu. 

5). Dapat meringkan biaya pemeliharaan atau perawatan kucing bagi pemilik. Perawatan terhadap penyakit, perawatan bulu/kulit dengan grooming, kandang, pakan dan obat-obatan tentu akan tidak bertambah bila dilakukan sterilisasi.  

6). Sterilisasu kucing jantan umumnya akan  mengubah perilaku dan membuat mereka menjadi hewan peliharaan yang lebih baik.

 Sedangkan dampak negatif dari sterilisasi 

kucing hanya sedikit bahkan hampir tidak ada, berikut kerugian dari sterilisasi kucing: 1). Hilangnya potensi breed dan genetic. Kucing tidak mampu lagi untuk berkembang biak sehingga tidak dapat diharapkan lagi keturunannya. Bagi breeder (cattery) yang khusus untuk mengembangbiakan kucing maka tindakan  sterilasi menjadi kerugian.  2). Berpotensi menyebabkan obesitas pada kucing. Banyak yang mengeluhkan setelah kucing disterilisasi menjadi gemuk. Gemuk secara lansung verhubungan dengan pola makan jadi khusus untuk kucin steril karena secara fisiologis tidak memiliki kebutuhan untuk reproduksi maka kebutuhan nutrisi harus dikurang atau diatur sesuai dengan kebutuhan fisiologis tubuhnya.  Pola makan tidak diatur dengan porsi yang berlebihan akan memicu obesitas pada hewan kucing. 

Dari hal di atas maka besar manfaat bila kita melakukan sterilasasi kucing disamping meningkatkan kesejahteraan hewan juga akan meningkatkan kesehatan manusia. Ayo steril kucing kesayangan anda..


Dr. drh. Jafrizal, MM

Medik Veteruner Ahli Madya DKPP Prov Sumsel

Dokter Hewan Praktisi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar