Menuju Telur Ayam Banyuasin
Bertandar Ekspor
Air batu Banyuasin merupakan kawasan peternakan ayam petelur terbesar di Sumsel yang telah berdiri ada sejak tahun 90an. Air Batu begitulah nama desa yang dikenal sebagai lokasi kawasan peternakan ayam petelur di Banyuasin. Kawasan ini sudah lama keberadaannya, konon terbentuk karena relokasi dari Palembang akibat adanya perluasan permukiman di Kota Palembang yang tidak memungkinkan untuk pengembangan peternakan. Kawasan terbesar terkonsentrasi di daerah Air Batu walaupun banyak juga yang beternak di luar kawasan. Ada sekitar 7 jutaan populasi ayam petelur dengan jumlah peternak sekitar 200an berada di Kabupaten Banyuasin, sekitar 75% berada di Batu Batu dan sekitarnya. Ada sekitar 300 ton telur yang diproduksi setiap harinya. Banyaknya produksi telur bukan saja untuk kebutuhan di wilayah Sumsel saja tapi juga didistribusikan ke wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bangka Belitung. Sesuai dengan Permentan 17/2024 memyatakan bahwa untuk produk telur yang dilalulintas antar provinsi wajib memenuhi syarat sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan bebas penyakit Avian Influenza (HPAI). Di dalam Permentan Nomor 11/2020 tentang Sertifikat NKV maka setiap usaha budidaya ayam petelur wajib memiliki sertifikat NKV. NKV merupakan sertifikat sebagai jaminan penerapan hiegine sanitasi dari usaha budidaya pada unit usaha produk hewan (telur) yang wajib dimiliki oleh unit usaha.
Kawasan Ayam Petelur Air Batu ini belum ada yang memiliki NKV hanya ada beberapa yang telah dilakukan pembinaan. Ada beberapa kendala yang dialami oleh peternak terutama terkait penerapan 3 zona biosekuriti. Sulitnya membagi area zona merah dalam area kandang masing-masing peternak. Dengan kendala tersebut maka solusi yang ditawarkan adalah sertifikasi NKV berbasis satu kawasan. Pintu gerbang masuk dan keluar kawasan dibangun biosekuriti terpadu. Pembagian zona merah berada akan dilakukan bio sekuriti mulai dari pintu masuk kawasan, selanjutnya akan dibagi zona kuning dalam area kandang masing-masing. Terkait persyaratan lain setiap kandang harus melengkapi dan menerapkan untuk mendapatkan sertifikat NKV tiap kandang.
Dengan penerapan NKV satu kawasan akan meningkatkan daya saing dari produk telur asal Banyuasin.
Kawasan ini juga harus bebas kompartemen Avian Influenza selain harus bebas salmonelosis agar dapat memenuhi syarat kesehatan hewan. Telur dari Banyuasin didorong untuk memenuhi standar ekspor yang tidak menutup kemungkinan ekspor ke Singapura dapat dipenuhi dari Sumsel.
Dr. drh. Jafrizal, MM
Auditor NKV Prov Sumsel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar