Waspada Penyakit di Musim Hujan pada Hewan: Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Memasuki musim penghujan menjadi tantangan tersendiri bagi manusia maupun hewan. Banyaknya ganguan kesehatan pada hewan di musim penghujan yang menyebabkan lingkungan menjadi lembab dan akan memicu terjadinya peningkatan perkembangan bibit penyakit bakteri, virus, parasit dan jamur yang masuk ke tubuh hewan. Daya tahan tubuh hewan yang rendah akan memberikan kesempatan kuman mudah p berkembang hingga menyebabkan penyakit.
Pemilik hewan harus selalu waspada terhadap serangan yang akan menimpa hewan ketika musim hujan seperti leptospirosis, Feline Panleeukopenia virus, Infeksi Rhinotrachaetis virus, Parvo Virus, distemper dan rabies yang mamatikan pada hewan anda.
Lemahnya daya tahan tubuh terhadap kuman penyakit akan menyababkan hewan rentan infeksi penyakit menular tesebut.
Menghadapi musim hujan ada beberapa langkah yang harus dilakukan:
1) Menyediakan lingkungan tempat tidur yang hangat pada malam hari dan menyedia minum yang cukup pada siang hari merupakan langkah antisipasi menghadapi fluktuasi cuaca ekstrem. Terkadang siang hari suhu bisa mencapai 35 °C akan tetapi saat malam atau dini hari suhu bisa turun menjadi 20 °C. Kondisi tersebut akan menyebabkan kelembaban udara yang relatif lebih tinggi antara siang dan malam hari. Dampak dari situasi ini adalah penurunan daya tahan tubuh hewan.
2). Memberikan pakan yang cukup dan bergizi sesuai dengan kebutuhan menjadi penting. Pakan seimbang, bergizi dibutuhkan tubuh untuk lebih sehat dalam membentuk sistem imun tubuh yang lebih kuat. Hal ini akan dapat menghadapi kondisi cuaca ekstrim yang dapat melawan serangan penyakit infeksi.
3). Memberikanan beberapa vitamin, terutama Vitamin C dan E akan membantu menekan efek heat stres maupun cold stress. Elektrolit akan menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh hewan terutama pada saat stress.
4). Vaksinasi sebelum mamasuki cuaca ekstrim menjadi benteng pertahanan utama hewan. Vaksinasi yang teratur harus didukung oleh nutrisi yang baik dan lingkungan yang nyaman akan meningkatkan imunitas yang baik. Jangan lupa pemberian obat cacing menjadi awalan sebelum dilakukan vaksinasi. Vaksinasi menjadi solusi yang termurah dibandingkan dengan pengobatan apabila telah terinfeksi penyakit. Vaksin pertama sebagai proteksi untuk kucing/anjing bisa diberikan mulai usia 6-8 minggu. Lalu, diulang pada setiap bulan bulan berikutnya dengan vaksin 4 proteksi. Vaksinasi tahunan 1 tahun sekali akan memberikan jaminan imunitas tubuh hewan. Periksa jadwal vaksinasinya agar dapat membentuk daya tahan tubuh hewan. Jangan lupa vaksinasi rabies akan mencegah penyakit pada hewan yang dapat membahayakan jiwa anda.
Berikut ini panduan vaksinasi kucing secara umum.
* Anak kucing/Anjing usia 6 – 8 minggu: FVRCP dan FeLV/ DHPPi
* Anak kucing/anjing usia 10 – 12 minggu: FVRCP dan FeLV./DHPPi
* Anak kucing/Anjing usia 14 – 16 minggu: FVRCP, rabies, dan FeLV/DHPPIL+R
* Kucing/anjing usia di atas 1 tahun: FeLV/DHPPiLR (setiap tahun; noninti atau opsional), FVRCP (setiap 1 tahun sekali untuk kucing indoor dan outdoor atau sudah tua), rabies (1 tahun sekali tergantung dengan tingkat antibodi yang terbentuk).
Menjadi pemilik yang bertanggungjawab adalah kunci hewan untuk tetap sehat. Sediakan payung sebelum hujan, mencegah lebih baik dan lebih murah dari pada pengobatan. Melakukan perawatan yang baik dan pencegahan dengan vaksinasi menjadi solusi termurah.
Dr. drh. Jafrizal, MM
Praktisi Dokter Hewan di Palembang
Medik Veteriner ahli Madya Prov Sumsel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar