Jumat, 17 Januari 2025

TIP MENGEMAS DAN MEMDISTRIBUSIKAN DAGING KURBAN

TIP MENGEMAS DAN MEMDISTRIBUSIKAN DAGING KURBAN 


Daging kurban yang akan didistribusikan kepada masyarakat  harus dikemas dalam kantong/wadah yang terpisah dari

kemasan jeroan. Hindari menggabungkan antara daging, jeroan hijau dan jeroan merah dalam satu kantong plastik.  Kantong/wadah yang digunakan  harus terbuat dari bahan yang bersih dan tidak toksik. Saat banyak dijual secara online. Hindari menggunakan kantong plastik daur ulang. Disarankan menggunakan kantong plastik food grade.  Keunggulan plastik Food Grade (aman untuk makanan) dan Menjaga agar daging lebih Higienis, mudah terurai kembali ke alam karena dimakan mikroba). 

Mengapa kantong plastik hitam tidak disarankan untuk digunakan sebagai kantung daging? Jenis plastik yang berbahaya karena sudah mengalami banyak proses daur ulang dan tercampur banyak zat kimia lain di setiap proses pembuatannya. Menjadikannya lebih berbahaya untuk digunakan terutama untuk makanan dibandingkan kantong plastik berwarna lainnya. Kantong plastik hitam melepaskan bahan kimia beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Bahkan plastik bening yang terbuat dari jenis plastik Low Density Polyethlene (LDPE) dan belum tercampur zat kimia dari proses daur ulang tersier dan kuarter saja tidak dianjurkan menjadi wadah makanan panas. 


Distribusikan Daging Kurban Segera

Daging merupakan bahan makanan yang mudah rusak (perishable food) karena daging mengandung protein tinggi  dan memiliki pH  serta aktifitas air yang sangat cocok untuk pertumbuhan mikroorganisme pembusuk.  Dengan kata lain, daging merupakan media yang sangat baik untuk tempat tumbuhnya  bakteri berbahaya. Jadi daging harus segera dilakukan didistribusinya setelah sapi disembelih. Pendistribusian  daging dan jeroan harus diusahakan paling

lama 4 (empat) jam setelah proses penyembelihan. Bila pendistribusian tidak dapat dilakukan kurang dari 4

(empat) jam setelah sapi dipotong, daging dan jeroan harus disimpan pada lemari pendingin dengan suhu di bawah 4 derajat celsius atau dibekukan. Hal ini dilakukan agar daging tidak tercemar bakteri pembusuk. 


Dr. drh. Jafrizal, MM

Medik Vetriner Ahli Madya Prov Sumsel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar