Jumat, 17 Januari 2025

SIMULASI PMK DAERAH STATUS TERTULAR

Waspada PMK 


Penyebab dari penyakit PMK ini adalah virus  Aphtovirus, yakni Aphtaee epizootecae (virus tipe A) keluarga picornaviridae yang menginfeksi mulut dan kuku hewan. Virus ini mudah menular baik secara lansung kontak maupun secara todak langsung dibawa angin dalam radius 10 km. Tingkat morbiditas atau kesakitan bisa mencapai 95 persen dalam satu populasi akan tetapi tingkat kematiannya rendah 2-3%. 

Berdasarkan  Kepmentan No 708/2024 tentang Status Situasi Penyakit Hewan menyatakan bahwa status Sumsel  Tertular PMK. Dengan status terular yang disandang Sumsel maka secara epidemiologi Sumsel adalah daerah endemis. Virus PMK masih ada di lingkungan maupun di ternak itu sendiri. 

Sehubungan dengan status tertular itu penyakit PMK bisa muncul dengan 3 kemungkinan:

1. Berasal dari hewan yang sakit/tertular PMK masuk ke Sumsel

2. Sapi yang sehat belum divaksin masuk bisa tertular karena belum memiliki daya tahan tubuh.

3. Berasal dari kondisi sapinya itu sendiri yang daya tahannya lemah karena tidak divaksin atau sudah lama divaksin dalam kondisi lemah virus PMK menyerang dan berkembang.

Cara menghindari penyakit ini yang paling efektif adalah dengan vaksinasi, menjaga kebersihan dan melaksanakan biosekuriti yang ketat di peternakannya,. Setiap mobil, orang , hewan masuk ke kandang harus disemprot dengan desinfektan.   Saat ini vaksinasi sangat dianjurkan oleh pemerintah tetapi hambatannya  kurangnya vaksin hibah yang tersedia  sehingga dihimbau kepada peternak menengah dan besar untuk melaksanakan vaksinasi mandiri. Pelaksanaan vaksinasi nanti dibantu oleh petugas teknis.

Pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan obat untuk menghilangkan gejala terutama demam, menaikan nafsu makan dan mengatasi radang. Penyakit ini mudah sembuh apabila diobati lebih awal.


Dr. drh. Jafrizal, MM

Dokter Hewan Ahli Madya Prov Sumsel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar