WASPADAI PENYAKIT ZOOONOSIS LEPTOSPIROSIS
Kementerian Kesehatan RI mencatat kejadian Leptospirosis pada manusia sampai dengan bula Mei 2024 tercatat 367 kasus dengan 42 kematian. Kejadian kasus leptospirosis telah terjadi pada 15 Provinsi di Indonesia. Tiga provinsi dengan jumlah kasus terbanyak adalah Jateng (198 kasus), DIY (82 kasus), dan Jabar (24 kasus). Sedangkan kematian tertinggi ada di Jateng (26 kematian), DIY (6 kematian), dan DKI Jakarta (5 kematian).
Bagaimana di Sumsel? menurut laporan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel bahwa terdapat 2 kasus positif Leptospirosis dengan 1 kematian di Kota Palembang selama 2024. Artinya masyarakat di Sumsel umumnya dan Kota Palembang khususnya harus lebih menerapkan pola hidup bersih untuk menghindari penularan yang lebih banyak.
Leptospirosis merupakan penyakit yang ditularkan melalui bakteri Leptospira dari kencing tikus. Bakteri akan menginfeksi hampir semua mamalia, termasuk manusia. Hewan dan manusia tertular dapat melalui makanan maupun melalui kulit yang lecet atau selaput lendir pada saat kontak dengan banjir atau genangan air sungai hingga selokan dan lumpur. Biasanya penyakit leptospirosis menyebar saat suatu wilayah tengah atau sempat terkena banjir.
Leptospirosis memiliki berbagai macam efek, mulai dari infeksi ringan tanpa gejala hingga kegagalan beberapa organ dan kematian.
Penularan dari Hewan Peliharaan
Pemilik hewan terutama kucing perlu mewaspadai hewannya terinfeksi leptospira yang mungkin berperan dalam penyakit ginjal jangka panjang. Dengan demikian, kucing tidak mungkin menunjukkan gejala leptospirosis yang terlihat pada hewan lain.
Pemilik harus berhati-hati saat membersihkan urin hewan terutama hewan kesayangan kucing. Bakteri ini dikeluarkan melalui urin hewan yang terinfeksi. Urin yang terinfeksi dapat mencemari dan bertahan hidup di air permukaan (seperti rawa, sungai, dan anak sungai) dalam jangka waktu yang lama, sehingga penyakit ini sering kali ditularkan melalui air.
Disarankan kepada pemilik hewan untuk melakukan pemeriksaan darah atau urin secara berkala untuk mengidentifikasi bakteri dalam darah, urin, atau jaringan. Pada kucing, antibodi terhadap bakteri tersebut dapat dideteksi.
Dikarena leptospirosis dapat menular dari hewan ke manusia, setiap pemilik harus mengambil tindakan pencegahan yang tepat saat menangani hewan yang diketahui atau diduga terinfeksi. Bila hewan anda sakit segera konsultasikan ke dokter hewan karena bisa jadi penyakit yang diderita merupakan penyakit yang dapat menular kepada pemilik. Dokter hewan Anda akan memberikan rekomendasi tentang pengobatan hewan dan cara melindungi diri Anda dan keluarga Anda.
Dr. drh. Jafrizal, MM
Medik Veteriner Ahli Madya Prov Sumsel
Ketua PDHI Sumsel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar